Fashion

Technology

Fashion

Recent Posts

Langganan Bupati hingga Mantan Presiden

Langganan Bupati hingga Mantan Presiden

08.15 Add Comment
GEGER – Upaya mendorong masyarakat untuk berwirausaha menjadi salah satu program prioritas yang dicanangkan Pemerintah Desa Kranggan, Kecamatan Geger. Hal itu dibuktikan dengan rencana pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ditargetkan terealisasi tahun ini. Kepala Desa Kranggan, Sriyono, mengungkapkan jika hal itu terwujud diharapkan dapat meng-cover kebutuhan para pelaku usaha di desanya. ‘’Kebetulan ada beberapa usaha yang potensial untuk dikembangkan,’’ kata Sriyono kepada Jawa Pos Radar Madiun, kemarin (10/2).
Satu di antara usaha warga Desa Kranggan tersebut adalah produksi sambal pecel Lumpang Abadi yang sudah ada sejak tahun 1995. Sriyono menjelaskan usaha yang dikembangkan warganya tersebut tidak dapat dipandang sebelah mata. Pasalnya, selain sudah ada sejak lama, cakupan pasarnya tidak hanya di sekitar Madiun saja. Namun sudah merambah kota besar seperti Surabaya, Jakarta dan bahkan hingga Papua. ‘’Sebenarnya pasarnya bisa dikembangkan lebih luas lagi. Makanya kami ingin segera merealisasikan Bumdes agar bisa membantu para pengusaha,’’ papar Sriyono.
Produksi sambal pecel Lumpang Abadi miliki keluarga Suwito tersebut bisa dikatakan usaha turun temurun. Dalam sekali produksi (dua hari sekali) bisa mencapai hampir setengah kuintal sambal. Jika ada pemesanan ke Surabaya, Jakarta atau Papua, produksi bisa mencapai tiga kali lipat hari biasa. Sambal pecel Lumpang Abadi juga pernah dicoba dikirim ke luar negeri. Seperti ke Amerika dan Australia. Sayang, untuk membuka pasar di dua negara tersebut terbentur uji laboratorium. Karena sambal pecel ini dinyatakan tidak lolos uji.
Meski demikian, masih banyak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang membawa sambal pecel asli Madiun tersebut sebagai oleh-oleh ke tempat kerjanya. ‘’Pak SBY (mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono) dulu juga pernah dibawakan sambal pecel Lumpang Abadi. Termasuk Bupati Madiun, Muhtarom juga jadi pelanggan setianya,’’ ungkapnya.
Selain produksi sambal pecel, di desa yang berpenduduk 2.996 jiwa itu juga ada produk unggulan lain. Yakni gempol. Penganan berbahan baku beras yang biasanya untuk campuran dawet itu diproduksi di dua RT. Yakni RT 10 dan RT 11. Tidak hanya itu, desa seluas 179 hektare tersebut juga dikenal sebagai penghasil keripik lempeng. Dalam sehari tak kurang dari dua hingga tiga kuintal lempeng siap goreng diproduksi. ‘’Pemasarannya juga sudah merambah beberapa daerah di Indonesia dan bahkan luar negeri,’’ jelas Sriyono.
Banyaknya usaha kecil dan menengah tersebut membuat Sriyono semakin ingin menyegerakan terbentuknya BUMDes Desa Kranggan. Selain membantu meng-­coverpengusaha yang sudah ada, juga dapat merangsang warga lain untuk ikut berwirausaha. Karena, dalam BUMDes nanti terdapat produk pinjaman lunak untuk membantu pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan modalnya. ‘’Kami berharap, ke depan Desa Kranggan bisa menjadi sentra industri yang ada di Kabupaten Madiun,’’ pungkasnya. (tif/bar/eba)